- Assalamu'alaikum!Selamat Datang di Lajnah Shopping Center - Toko Online Lajnah Imaillah Indonesia
- SEKARANG!Pesan buku lebih mudah
- SEGERA!Checkout Buku-buku favorit Anda DI SINI!!
APA PERBEDAAN AHMADI DENGAN GHAIR AHMADI?
Rp 12.000 Rp 20.000| Kode | 011-0005 |
| Stok | Tersedia (25) |
| Kategori | Buku, Karya Hz. Mirza Ghulam Ahmad |
- Judul Asli: Ahmadi or Ghair Ahmadi Main Kia Farq Hay? (Urdu)
- Penulis: Hz. Mirza Ghulam Ahmad (as)
- Penerjemah: Mln. Mahmud Ahmad Wardi
- Penyunting: Ruhdiyat Ayyubi Ahmad
- Penerbit: Neratja Press., 2018
- Edisi: Cetakan 1, Agustus 2018
- Ukuran: 14.8 x 21 cm
- Isi: vi + 44 halaman
- ISBN: 978-602-0884-27-1
- Bahasa: Indonesia
APA PERBEDAAN AHMADI DENGAN GHAIR AHMADI?
Buku ini merupakan pidato Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih Al-Mau’ud a.s. yang disampaikan pada acara Jalsah Salanah 1905, di Mesjid Aqsa, Qadian. Buku ini tidak termasuk dalam Rukhani Khazain, yakni kumpulan buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud as., karena buku ini bukan sebuah karya tulis beliau, melainkan hanya sebuah pidato yang dibukukan.Adapun yang melatarbelakangi adanya pidato ini ialah, pada 26 Desember 1905, bertempat di Hall besar ruang tamu yang baru, telah diselenggarakan satu acara dengan topik tentang perbaikan Madrasah Ta’limul Islam. Dalam acara itu banyak peserta Jalsah yang telah menyampaikan aspirasi mengenai segala aspek yang beragam. Salah satu hal yang disampaikan adalah ada seorang yang berpendapat bahwa: ”Perbedaan antara Jemaat Hadhrat Aqdas a.s. dengan umat Muslim lainnya hanya sebatas mempercayai bahwa Isa Al-Masih Ibnu Maryam naik ke langit dalam keadaan hidup, sedangkan kami (Ahmadi) meyakini bahwa beliau a.s. telah wafat. Selain dari itu, tidak ada hal lain yang perlu diperdebatkan antara kita dengan mereka”.Terkait dengan pernyataan itulah, pada esok harinya, Hadhrat Masih Mau’ud as.menyampaikan pidato untuk memberi penjelasan atau tanggapan atas pendapat tersebut. Perbedaan yang paling nyata antara Ahmadi dengan Ghair Ahmadi, menurut beliauas. Disamping tentang kewafatan nabi Isa as dan wujud nabi Isa yang dijanjikan adalah, para Ahmadi memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Allah Swt yaitu Wujud Yang Maha Hidup, Pengabul doa-doa.
APA PERBEDAAN AHMADI DENGAN GHAIR AHMADI?
| Berat | 107 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.336 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
40%
Sebelum menulis buku ini, Hadhrat Ahmadas juga memegang pemahaman dan penafsiran kata ‘nabi’ dan ‘rasul’ sebagaimana kebanyakan umat Islam pada umumnya, bahwa seorang nabi dan rasul itu harus membawa syariat dan agama baru dan bukan mengikuti syariat nabi manapun sebelumnya. Namun kemudian beliau diberi pemahaman oleh Allahswt bahwa hal seperti itu tidak benar, kerena beliauas… selengkapnya
Rp 12.000 Rp 20.00020%
BARĀHIN-E-AHMADIYYA Lahir pada tahun 1835 di Qadian, India. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi dan Almasih Yang Dijanjikan, terus mengabdikan hidupnya dalam mempelajari Kitab Suci Al- Qur’an serta hidup dengan banyak beribadah dan pengabdian untuk Islam. Mendapati Islam tengah menjadi sasaran serangan keji dari segala arah, keadaan umat Islam berada di ambang kemunduran, keyakinan Islam… selengkapnya
Rp 32.000 Rp 40.00012%
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmadas (1835-1908) Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah Internasional lahir di Qadian, sebuah Desa di pinggiran Proinsi Punjab, India, adalah seorang Pembaharu Samawi yang diutus di akhir zaman sebagai Al-Masih dan Al-Mahdi. Beliau diutus oleh Allah Ta’ala sebagai penyempurnaan nubuwatan baik yang tertulis dalam Bible, Al-Quran maupun Hadits, dengan tugas utama untuk membawa kembali… selengkapnya
Rp 22.000 Rp 25.000Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Salfuddin – Menteri Agama Republik Indonesia (2014-2019)Sesungguhnya bagi para ahmadi. Islam diyakini sebagai ajaran agama terakhir yang diturunkan Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir dan Muhammad saw. adalah Rasul terakhir. Ini sangat jelas dan terang. Hal. 71-“Mari Bangun Kesalingan” Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.Pal., M.Psl. – Direktur Nasional… selengkapnya
Rp 150.00015%
Dengan berkat, rahmat dan karunia Allah Taala, buku Al-Masih di Hindustan ini, yang merupakan terjemahan dari karya Pendiri Jemaaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as berjudul Masih Hindustan Me, dapat diterbitkan kembali dan sampai ke tangan para pembaca. Buku ini ditulis pada 1896 dan diterbitkan pada 1908, sudah lebih dari 100 tahun yang lalu,… selengkapnya
Rp 8.500 Rp 10.0006%
Pengantar Mempelajari Al-Quran ini, aslinya berbahasa Urdu, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Introduction to Study of The Holy Qur’an”. Buku ini merupakan pengantar dari “Al-Quran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat” karya Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih II yang memimpin Jemaat Ahmadiyah dari tahun 1914 sampai 1965. Pertama kali diterbitkan dalam versi bahasa… selengkapnya
Rp 47.000 Rp 50.0009%
Al-Istifta merupakan lampiran (Dhamimah) dari Haqiqatul Wahy yang ditulis oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dalam bahasa Arab. Buku ini menjawab kegaduhan yang ditimbulkan oleh kaum Hindu Arya yang menuduh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. terlibat dalam kematian Pandit Lekhram. Beliau menjelaskan bahwa tentang Lekhram telah dinubuwatkan 17 tahun sebelum kematiannya. Dan kematian Lekhram terjadi… selengkapnya
Rp 32.000 Rp 35.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.