- Assalamu'alaikum!Selamat Datang di Lajnah Shopping Center - Toko Online Lajnah Imaillah Indonesia
- SEKARANG!Pesan buku lebih mudah
- SEGERA!Checkout Buku-buku favorit Anda DI SINI!!
TIGA MASALAH PENTING (EDISI REVISI)
Rp 12.000 Rp 15.000| Kode | 013-0019 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Buku, Karya Tokoh/Ulama |
- Judul Asli : Review Bar Mubahitsah Batalavi Wa Chakrhalavi (Urdu)
- Penulis: H. Mahmud Ahmad Cheema H.A.
- Penyunting : Maulana Ridwan Buton
- Penyelaras Bahasa : Ekky O. Sobandi
- Penerbit : Neratja Press
- Edisi : Cetakan 17, 2017
- Ukuran : 14.8 x 21 cm
- Isi : viii+ 48 halaman
- ISBN : 978-602-0884-12-7
- Bahasa: Indonesia
TIGA MASALAH PENTING (EDISI REVISI)
Buku saku yang ditulis oleh Maulana Haji Mahmud Ahmad Cheema H.A. ini dicetak dan diterbitkan kembali mengingat banyak kalangan yang bertanya dan ingin mengetahui pandangan Jemaat Ahmadiyah tentang Tiga Masalah Penting yang menjadi bahasan pokok dalam Buku ini, yakni mengenai:
1. Apakah Nabi Isa as masih hidup di langit atau sudah wafat?
Kaum Muslimin percaya bahwa Nabi Isa as masih hidup di langit dengan jasad kasarnya. Dalam pandangan penulis keyakinan itu secara tidak sadar mendukung kepercayaan agama Kristen yang lebih memuliakan Nabi Isa as daripada Nabi Muhammad saw sendiri. Padahal ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Rasulullah saw menjelaskan bahwa Nabi Isa as telah wafat.
2. Apakah wahyu dan kenabian masih tetap terbuka?
Masalah kedua yang penting dalam Islam ialah tentang ada tidaknya wahyu dan ada tidaknya Nabi sesudah Nabi Muhammad saw. Disini pembaca dapat mempelajari dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah saw terkait permasalahan ini.
3. Bukti-bukti kebenaran Dakwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as
Pada zaman ini Allah telah membangkitkan seorang Utusan dan Rasul untuk kemajuan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud. Banyak yang beriman kepada beliau tetapi sebagian besar umat manusia masih belum dapat mempercayai kebenaran beliau.
Tags: Neratja Press
TIGA MASALAH PENTING (EDISI REVISI)
| Berat | 180 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.322 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
7%
Haqiqatul Wahy, pertama kali terbit pada 1907. Penjelasan yang diuraikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sangat rinci, dalam dan luas, terkait dengan paparan bagaimana wujud Allah itu tetap bermutakalim dengan hamba-hamba-Nya. Secara sekilas dapat kami sampaikan, beliau menguraikan tentang hakikat Mimpi yang benar dan Wahyu yang dianugerahkan Allah Ta’ala. Beliau jelaskan, Mimpi dan Wahyu dari… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 110.00060%
Buku yang berada di tangan pembaca ini adalah sebuah Pidato Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang disampaikan dalam sebuah seminar di Gedung Martin Historical Society Islamia College, Lahore, Pakistan pada tanggal 26 Februari 1919. Meskipun sudah sangat lama, hampir 100 tahun yang silam, akan tetapi kami memandang uraian dalam buku ini sangat penting untuk dibaca. Buku… selengkapnya
Rp 2.000 Rp 5.00023%
Buku ini ditulis pada 1896 dan diterbitkan pada 1908, sudah lebih dari 100 tahun yang lalu, namun demikian isi buku ini masih sangat relevan dengan keadaan sekarang, khususnya terkait dengan kepercayaan terhadap sosok Nabi Isa a.s. Tiga agama besar di dunia, yakni Islam, Kristen dan Yahudi, tentu saja memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda tentang… selengkapnya
Rp 27.000 Rp 35.00015%
Pada tahun 1902, lebih dari dua dekade telah berlalu sejak Hazrat Masih Mau’ud mulai menerbitkan dan menyebarkan secara luas wahyu yang diterimanya dari Tuhan. Beliau menyajikan bukti pendakwaannya dengan argumen bahwa jika beliau seorang penipu, secara keliru mengaitkan ratusan wahyu kepada Tuhan, maka Allah Yang Mahakuasa tidak akan membiarkan beliau hidup berusia panjang sesuai dengan… selengkapnya
Rp 17.000 Rp 20.00060%
Rp 2.000 Rp 5.000
60%
Rp 2.000 Rp 5.000
12%
Buku yang ada di tangan pembaca ini membahas masalah esensial keimanan. Dengan dukungan kuat penjelasan dari ayat-ayat Alquran, hadis RasulullahSAW, sabda-sabda Imam Mahdi dan pendapat ulama salaf kita mendapatkan jawaban dan keterangan yang benar. Dikatakan, “Nabi dan Rasul pada hakikatnya sama.” Dua istilah tersebut tidak mencerminkan perbedaan, tetapi hanya dipergunakan sesuai dengan konteks yang berlangsung…. selengkapnya
Rp 37.000 Rp 42.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.