- Assalamu'alaikum!Selamat Datang di Lajnah Shopping Center - Toko Online Lajnah Imaillah Indonesia
- SEKARANG!Pesan buku lebih mudah
- SEGERA!Checkout Buku-buku favorit Anda DI SINI!!
MUSLIM AHMADIYAH & INDONESIA (100THN KEBERAGAMAN & KERJA KEMANUSIAAN) JILID 1&2
Rp 150.000| Kode | 014-0011 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Buku, Karya Lainnya |
- Bahasa : Indonesia
- Penerbit : Rajawali Pers, Depok
- Editor : Ismatu Ropi & Dedy Ibmar
- Edisi : Cetakan ke-1, Desember 2025,
- Ukuran : 23 cm
- Isi : Jilid 1 xxvi, 346 hlm., Jilid 2 xxxiv, 328 hlm.
- ISBN : ISBN 978-623-08-2116-5 (no.jil.lengkap)
ISBN 978-623-08-2117-2 (jil.1)
ISBN 978-623-08-2118-9 (jil.2)
MUSLIM AHMADIYAH & INDONESIA (100THN KEBERAGAMAN & KERJA KEMANUSIAAN) JILID 1&2
Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Salfuddin – Menteri Agama Republik Indonesia (2014-2019)Sesungguhnya bagi para ahmadi. Islam diyakini sebagai ajaran agama terakhir yang diturunkan Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir dan Muhammad saw. adalah Rasul terakhir. Ini sangat jelas dan terang.
Hal. 71-“Mari Bangun Kesalingan”
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.Pal., M.Psl. – Direktur Nasional Jaringan GUSDURian
Di mana pun saya berada bersama seorang Ahmadi, saya selalu teringat pada pesan Rasulullah saw.: “khoir al-nas anfauhum li al-naas,” sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Hal. 174-Menjadi “Khair al-Nas”: Refleksi Saya Bersama Jemaat Ahmadiyah”
Dr. (H.C.) K.H. Husein Muhammad-Pendiri Yayasan Fahmina
Mengesankan dan tak ada masalah krusial, apalagi bertentangan dari aspek ajaran Islam yang saya pahami. Saya justru berharap orang-orang atau pihak-pihak yang tidak setuju dengan keyakinan Ahmadiyah dapat berkunjung langsung ke Qadian sekaligus menyusuri Jejak langkah pendiri aliran keagamaan Islam ini, dan menganalisis secara kritis pandangan Mirza Ghulam Ahmad al-Masih al-Mau’ud, melalui metodologi takwil atau dalam bahasa filsafat disebut hermeneutika.
Hal. 29-Menyusuri Jalan Cahaya di Bumi Qadian
Prof. Dr. HJ. Siti Musdah Mulla, M.A., APU – Ulama dan Aktivis Hak Perempuan
Mayoritas umat Islam menganggap Ahmadiyah “sesat” karena meyakini kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Padahal keyakinan ini hanya perbedaan tafsir tentang definisi kenabian. Seharusnya, negara tidak menjadikan pandangan mayoritas sebagai landasan kebijakan, terutama jika bertentangan dengan konstitusi.
Hal. 7-“Memahami Ahmadiyah Melalui Ziarah Spiritual”
MUSLIM AHMADIYAH & INDONESIA (100THN KEBERAGAMAN & KERJA KEMANUSIAAN) JILID 1&2
| Berat | 700 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 4.420 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Produk Terkait
9%
Buku ini ditulis oleh Maulana Rahmat Ali H.A.O.T. (Honour of Arabic Oriental Teacher), seorang Ulama, Muballigh, dan Rohaniawan yang memiliki kedalaman ilmu mengenai agama Islam, Al-Qur’an, Al-Hadits, buku-buku karya Sulthanul Qalam Hadhrat Masih Mau’udas, dan juga Kitab-kitab Tafsir, disamping beliau juga sangat menguasai dengan baik Kitab Perjanjian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru. Buku ini membahas… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 57.00030%
Fitrat suci tiap insan yang beriman mengatakan bahwa tiada sesuatu di dunia ini menempati kedudukan paling luhur lagi mulia dalam hatinya selain Wujud Allah. Kecintaan kepada-Nya menuntut manusia untuk berdzikir kepada-Nya. Akan tetapi, timbul soal, bagaimanakah cara yang sebenarnya berdzikir Ilahi itu? Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan itu, pembaca yang budiman dipersilakan membaca serta mengkaji… selengkapnya
Rp 7.000 Rp 10.00025%
Syukur tiada terhingga kepada Allah Ta’ala, bahwa semata-mata karena karunia dan kasih sayang-Nya Dia telah menganugerahkan taufik untuk sekali lagi menerjemahkan dan menerbitkan buku Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani, Masih Mau’ud dan Mahdi Mau’ud a.s., yang berjudul “Lecture Ludhiana”. Buku ini ditulis dalam bahasa Urdu. Sebenarnya ini adalah sebuah pidato tertulis Hadhrat Masih Mau’ud a.s…. selengkapnya
Rp 15.000 Rp 20.00015%
Pada tahun 1902, lebih dari dua dekade telah berlalu sejak Hazrat Masih Mau’ud mulai menerbitkan dan menyebarkan secara luas wahyu yang diterimanya dari Tuhan. Beliau menyajikan bukti pendakwaannya dengan argumen bahwa jika beliau seorang penipu, secara keliru mengaitkan ratusan wahyu kepada Tuhan, maka Allah Yang Mahakuasa tidak akan membiarkan beliau hidup berusia panjang sesuai dengan… selengkapnya
Rp 17.000 Rp 20.00018%
Islam dan Isyu Kontemporer adalah ceramah yang disampaikan oleh Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV (rh), Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah International pada 24 Februari 1990, di Queen Elizabeth II Conference Centre, London. Ceramah ini sendiri dihadiri oleh 800 tamu-tamu terhormat, termasuk Direktur Komunikasi Kantor Eksekutif Sekretaris Jenderal PBB Edward Mortimer yang memimpin acara; dan… selengkapnya
Rp 37.000 Rp 45.00021%
Sanajan sering patepang, ari teu papada wawuh mah, tetep baé paharé-haré, itu-itu ieu-ieu. Sakitu téh alus kénéh. Cilakana upami silihcuriga, nyangka kitu nyangka kieu, padahal tacan kantenan. Cara kitu rupina mah anggapan ti balaréa ka Jema’at Ahmadiyah, warawuh nanging teu wanoh, uninga nanging teu loma. Ku kituna, kaémut taya lepatna saupami Ahmadiyah seja mayunan nepangkeun,… selengkapnya
Rp 9.500 Rp 12.0005%
Buku ini dimulai dengan sebuah syair karangan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as yang menggambarkan seperti apa seharusnya seorang manusia yang sempurna itu. Beliau kemudian menguraikan tanda-tanda samawi yang telah diberikan Allah taala guna membantu beliau dan beliau meminta para pengikut agama-agama lainnya untuk juga memberikan tanda-tanda samawi seperti yang telah dilakukan beliau. Beliau mendasarkan ajakan… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 55.00016%
Rp 252.000 Rp 300.000

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.